Apa Itu Forex dan Trading Forex?
Apa Itu Forex dan Trading Forex?
Foreign Exchange atau yang seringkali disingkat forex adalah pertukaran mata uang asing. Di Indonesia, forex lebih dikenal dengan istilah valas (valuta asing).
Sedangkan trading forex adalah suatu aktivitas transaksi perdagangan di mana mata uang asing menjadi objek yang diperdagangkan.
Kegiatan perdagangan forex ini bisa terjadi karena adanya kepentingan dari masyarakat itu sendiri terhadap mata uang asing, misalnya seperti;
- keperluan untuk usaha,
- membeli barang dari luar negeri, atau
- untuk keperluan berpergian ke luar negeri.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, kini perdagangan forex terbagi menjadi beberapa bagian di pasar keuangan dan juga komoditi yang masing-masingnya memiliki tujuan dan kepentingan tersendiri, yaitu:
- Pasar Spot
- Pasar Forward, dan
- Pasar Futures
Namun yang akan dibahas di sini hanyalah pasar futures yang merupakan salah satu pasar yang mungkin cukup familiar di tengah masyarakat Indonesia.
Pasar futures biasanya disebut dengan perdagangan berjangka dan pada dasarnya pasar ini mirip dengan pasar forward.
Perbedaannya terletak pada cara perdagangan yang dilakukan, di mana pasar futures dilakukan secara OTC (over the counter) sedangkan pasar forward sebaliknya. Artinya, perdagangan berjangka dilakukan di bursa berjangka sedangkan kontrak forward tidak.
*Bursa berjangka adalah tempat atau fasilitas untuk memperjualbelikan kontrak atas sejumlah instrumen keuangan atau komoditi dengan harga tertentu.
Pasar futures juga merupakan salah satu pasar investasi terbesar di dunia yang terus berkembang pesat setiap tahunnya.
Bahkan data terbaru di akhir tahun 2019 yang dipublikasikan oleh Triennial Central Bank Survey of Foreign Exchange and OTC Derivatives Markets Activity dari Bank for International Settlements menyebutkan bahwa,
"Perdagangan di pasar forex saat ini telah mencapai $6,6 triliun per hari di bulan April 2019."
Perdagangan forex ini mengalami peningkatan dari yang tadinya $3.3 triliun pada April 2007, $4.0 triliun pada April 2010, dan $5.1 triliun pada April 2017. Volume perdagangan yang sangat besar ini menyebabkan likuiditas yang cukup tinggi di pasar forex.
Oleh karena tingkat volatilitasnya yang tinggi, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa, "Anda bisa cepat untung dari trading forex dengan risikonya yang sebanding juga."
Sama halnya dengan jenis bisnis lainnya — risiko pasti selalu ada, tergantung pelaku bisnisnya sendiri yang mau menerima dan siap dengan risikonya atau tidak.
Bagi kebanyakan trader yang sudah lama di bisnis forex ini, selama risiko tersebut bisa dikelola dengan baik dan tidak mengakibatkan kerugian yang tidak diinginkan seperti habisnya modal, misalnya — maka selama itu pula ia bisa tetap konsisten menghasilkan profit dari trading forex.
Ingat, trading forex tidak akan selalu menghasilkan profit atau keuntungan. Dalam sekian banyak transaksi yang dilakukan, pasti ada yang mengalami kerugian, dan ini hal yang sangat wajar — sama halnya dengan bisnis lainnya yang tidak selalu mendapatkan untung setiap waktu.
Oleh karena itu, apapun bisnisnya, dalam hal ini trading forex, selalu pahami terlebih dahulu risikonya sebelum memulai dan siapkan cara untuk mengantisipasinya. Artinya, Anda perlu menguasai manajemen modal dan risiko dalam forex.
Misal:
Anda berencana trading forex dengan modal Rp.20.000.000,-
Lalu, Anda bersedia merisiko-kan 10% dari modal tersebut sebagai acuan untuk batasan risiko yang bisa Anda terima ketika mengalami kerugian — dengan potensi profit yang sama juga, yaitu 10% per bulannya.
Hal tersebut sangat mungkin didapatkan selama Anda menguasai manajemen modal dan risiko serta memiliki strategi trading yang sesuai.
Untungnya kini trading forex menjadi lebih mudah dilakukan karena saat ini sudah begitu banyak penyedia layanan serta broker forex yang membantu dan memudahkan siapapun yang ingin melakukan transaksi trading forex ini.
Sumber: foreximf.com
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih telah membaca,! Tinggalkan komentar dan masukan kamu